Tampilkan postingan dengan label Bhs. Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bhs. Indonesia. Tampilkan semua postingan

TAK BERARTI | Sastra Riyadi

Minggu, 19 Januari 2014
Ada tapi tak tesentuh
Terdengar tapi tak terlihat
Ku kejar tapi tak terkejar Tapi siapa ?
Aku tak pernah memilih untuk siapa
Tapi hati yang menulis namamu di dirinya
Aku tak mau tapi bukan kehendakku
Ku beri nafasku padamu
Bahkan hampir tak tersisa
tapi adakah sedikit saja aku di benakmu ?
Sedikit saja
Seperti angin kau pergi dan datang sesukamu
Saat ku menderita memanggil tapi tak juga datang
Ku berharap dengan akhir nadaku
Pun tak juga
Duri yg jatuh di tanah pun memiliki arti bagi bumi
Menjadi busuk dan menyatu
Tapi aku ?
Adakah artiku ?
Walau tak menjadi batang atau akar
Adakah aku seperti duri yang busuk dan menjadi pupuk mu ?
Setidaknya memiliki arti dimatamu
Adakah adik kecilku ?

AYAH By Yoviani

Ke mana harus kupergi
Mencari bunga pengganti
dalam liku hidupku yang sunyi
tanpa belaian kasih sayang yang sejati

Oh... Ayah...
hidupku terasa hampa 
Menderita sepanjang usia 
dunia seakan beku dan samar

Oh... Ayah...
hubungan kita putuslah sudah 
walau susah sungguh
kurelakan kepergianmu dengan segala rasa kasih

Ayah...
dunai terasa sepi
tanpa seorang pun temani
diri ini tertakdir hidup sendiri

Tuhan...
tempatkanlah Ayahku disisi-Mu yang abadi 
dengarlah do'aku yang suci ini
bersama rasa pasrah akan kodrat ilahi

KIDUNG PAGI SEBUAH DUSUN By Indah Kumoro Dewi

Empun memercik derap langkah
Mentari menyibak lembaran hari silam
Usia makin merayap menuju harap
Yang terbentang antara samar bayangan

         Kehidupan memutar segala regu
         Petani melangkah riang ke sawah
         Tesentuhlah daun nan hijau
         Melambai minta dibelai 

Kicau riang nyanyian pagi
Membawa anak ke masa depan
Dusunku kecil, padi menguning 
Bagai kencana titian masa

         Mentari menghapus sisa embun pagi
         Sementara usia merayap dengan tenangnya
         pagi nan ceria disambut derai tawa 
         Menyambut cita-cita bagi Indonesia

TANAHKU By Corry Vellen dan Elfrida SHs

Aku berpijak di tanah Ibu Pertiwi
Melangkah menginjak tanah yang subur
Terhampar rumput, bunga melati
Menyapa rakyat bumi putra yang makmur

           Di antara kaki-kaki rakyatmu
           Berpijak teguh, melangkah tegak
           Membangun nusa dan bangsaku
           Berkibar bendera berarak-arak

Tanahku yang suci
Indah bagai intan permata 
Bersih, suci bunga melati

           Tanahku yang suci 
           Kami akan membangun Ibu Pertiwi
           Dan menjadi bangsa yang adil berseri

Mengungkapkan Pendapat dalam Bentuk Kritik dan Esai

Kamis, 19 September 2013
Memahami Prinsip-prinsip Penulisan Kritik dan Esai
  • Kritik Sastra adalah analisis terhadap suatu karya untuk mengamati atau menilai baik buruknya  suatu karya secara objektif.
  • Esai adalah karangan singkat yang membahas suatu masalah dari sudut pandang pribadi penulisnya.
     Perbedaan antara keduanya terletak dari tujuan, E. Widyamartaya mengutarakan bahwa esai sastra adalah esai yang bertujuan mengungkapkan pengalaman subjektif, artinya bertitik berat pada tujuan pengungkapan kandungan hati sendiri setelah membaca karya sastra, tanpa maksud eksplisit untuk membantu orang lain dalam menyikapi, menikmati, dan meningkatkan karya sastra itu sendiri.
   Sebaliknya, kritik sastra bertitik berat pada tujuan untuk membantu para penggemar atau pecinta sastra dalam memetik cita rasa dari buku yang akan dibacanya atau untuk membantu para sastrawan dan calon sastrawan dalam meningkatkan mutu karyanya.

Ciri - ciri Kritik Sastra
  1. Bersifat objektif.
  2. Bertujuan untuk membangun.
  3. Menjadi bahan acuan untuk meningkatkan kreativitas pencipta karya tersebut.

Ciri - ciri Esai
  1. Dikembangkan berdasarkan pandangan pribadi penulis esai.
  2. Membantu pembaca untuk memahami suatu karya atau masalah.

Prinsip penulisan kritik sastra :
  • Penulis harus secara terbuka mengemukakan dari sisi  mana ia menilai karya sastra tersebut
  • Penulis harus obyktif dalam menilai
  • Penulis harus menyertakan bukti dari teks yang dikritik

Prinsip penulisan esai :
  • Penulis memilih topik
  • Pengungkapan gagasan-pendapat penulis dikemas dalam formulasi ilmiah yang diperkuat dengan data-data
  • Logika penulis ditunjang oleh argumentasi dan dasar penalaran yang masuk akal.

Prinsip penulisan Kritik & Esai :
1. Tema
2. Mengumpulkan Referensi
3. Mengidentifikasi unsur yg mendukung dan kontra
4. Memilih Unsur - unsur yg dapat mendukung tema
5. Mengirimkan ke media massa cetak


Prinsip dalam menyusun kritik dan esai, di antaranya sebagai berikut.
  • Pokok persoalan yang dibahas harus layak untuk diulas dan hasil ulasannya harus memberikan keterangan atau memperlihatkan sebab musabab yang berkaitan dengan suatu peristiwa yang nyata. Jadi yang terpenting bukan apa yang diulas, tetapi bagaimana cara penulis memberikan ulasannya.
  • Pendekatan yang digunakan harus jelas, apakah persoalan didekati dengan pendekatan faktual atau imajinatif? Pendekatan faktual maksudnya mendekati pokok persoalan berdasarkan fakta dan datanya sebagaimana diserap pancaindra. Pendekatan imajinatif maksudnya mendekati pokok persoalan berdasarkan apa yang dibayangkan atau diangankan.
  • Ulasan yang menggunakan pendekatan faktual harus didukung oleh fakta yang nyata dan objektif. Penulis tidak boleh mengubah fakta untuk mendukung pandangannya. Pernyataan yang diungkapkan harus jelas, jangan samar-samar, harus dapat dipercaya, tidak disangsikan atau disangkal, dan dapat dibuktikan kebenarannya.
  • Pernyataan yang diungkapkan harus jelas, jangan samar-samar, harus dapat dipercaya, tidak disangsikan atau disangkal, dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Pembahasan Tentang Wacana Sastra Puisi dan Cerpen

Senin, 22 April 2013

SK VII
Memahami wacana sastra puisi dan cerpen
KD 7.1 
      Membaca puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai
KD 7.2 
      Menjelaskan unsur-unsur instrinsik cerpe



PENGERTIAN PUISI
Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat


UNSUR – UNSUR INTRINSIK
1. Tema  : sesuatu yang menjiwai puisi atau   suatu pokok yang ingin disampaikan oleh penyair.
Contoh   :  
tema : realigi
       Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu        
  Biar susah sunggu
  Mengingat Kau penuh seluruh


2. Amanat  : pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca atau pendengar.
Contoh  :
   Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu 
   Biar susah sungguh
   Mengingat Kau penuh seluruh


Amanat : dalam kehidupan ini, kita harus mengingat Tuhan kita meskipun dalam keadaaan yang benar – benar susah sekalipun.


3. Diksi  : adalah pilihan kata yang diusahakan oleh penyair secermat dan seteliti mungkin untuk bisa sesuai dengan maksud/makna yang ingin dicapai oleh penulis. Pemilihan kata yang tepat juga bisa memberikan greget pada puisi.
Contoh :
  Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu 
   Biar susah sungguh
   Mengingat Kau penuh seluruh

•  kalimat “biar susah sungguh” ini cukup pendek, tapi memberikan kesan bahwa kehidupan yang dijalaninya benar – benar sulit/susah.
•   kata – kata “penuh seluruh” juga memberikan makna yang mendalam, benar – benar dari hati


4. Pencitraan  : pilihan kata yang dipilih oleh penulis puisi untuk dapat menggugah daya imaji pendengar/pembaca sehingga pembaca/pendengar dapat melihat, mendengar, merasakan secara fantasi.
Contoh :
Berdiri Aku
Berdiri aku di senja senyap
Camar melayang menepis buih
Melayah bakau mengurai puncak
Menjulang datang ubur berkembang
   Angin pulang menyejuk bumi
   Menepuk teluk mengepas emas
   Lari ke gunung memuncak sunyi
   Berayun – ayun di atas alas


5. Rima / bunyi : persamaan bunyi yang menyebabkan puisi tersebut indah ketika dibaca.
Contoh :
       Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Badan usiaku sudah tinggi
   Aku lalai di hari pagi
   Beta lengah di masa muda
   Kini hidup meracun hati
   Miskin ilmu miskin harta


6. Gaya bahasa : cara yang digunakan penyair untuk membangkitkan dan menciptakan imaji pembaca dengan menggunakan majas.
Jenis – jenis majas :
   1.Perumpamaan/simile
   2.Metafora
   3.Personifikasi
   4.Alegori
   5.Pleonase
   6.Hiperbola
   7.Tautologi
   8.Perifrasis
   9.Litotes
   10.dst





PENGERTIAN CERPEN

Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Cerpen merupakan salah satu ragamdari jenis prosa. Cerpen, sesuai dengan namanya adalah cerita yang relatif pendek yang selesai dibaca sekali duduk. Artinya, pada saat itu isi cerpen dapat kita pahami.Cerpen terdiri dari berbagai kisah, seperti kisah percintaan (roman), kasih sayang,jenaka, dll. Cerpen biasanya mengandung pesan/amanat yang sangat mudahdipahami, sehingga sangat cocok dibaca oleh kalangan apapun



UNSUR – UNSUR INTRINSIK
1. Tema  : inti atau ide dasar sebuah cerita/ yang menjadi sumber cerita.
2. Alur  : runtutan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita. Secara umum jalan cerita terbagi ke dalam bagian – bagian berikut :
    a. pengenalan situasi (eksposisi)
    b. pengenalan masalah
    c. konflik
    d. klimaks
    e. antiklimaks
    f. penyelesaian/resolusi

Jenis – jenis alur: 
         - alur maju
         - alur mundur (flashback)
         - alur campuran
3. Latar  : latar meliputi latar tempat, waktu, dan suasana. Latar tersebuat dapat bersifat faktual atau imajiner. Sebuah cerita harus jelas dimana berlangsungnya, kapan terjadi, dan suasana serta keadaan ketika cerita berlangsung.



5. Sudut pandang / point of view
    adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita.  Ada beberapa macam sudut pandang:
         1. Orang pertama pelaku utama
         2. Orang pertama sebagai pengamat
         3. Orang ketiga pengamat

6. Amanat
        Ajaran moral / pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Amanat bisa disampaikan secara implisit maupun eksplisit.
7. Gaya Bahasa
        Gaya bahasa berfungsi sebagai pemberi nada atau suasana persuasif serta merumuskan dialog yang mampu memperlihatkan hubungan antara sesama tokoh. Gaya bahasa antar penulis satu dengan yang lain bisa berbeda – beda, tergantung tipe orang tersebut, gaya bahasa yang tertuang dapat menunjukkan minat sifat penulis tersebut.