Ciri Fungi (jamur) dan Klasifikasinya

Selasa, 23 April 2013
Jamur atau fungi termasuk ke dalam kelompok tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil (zat hijau daun) sehingga bersifat heterotrof. 


Ciri-ciri:
  1. Uniseluler dan multiseluler
  2. Eukariotik (memiliki membran inti)
  3. Tidak memiliki klorofil
  4. Heterotrof ( parasit dan saprofit)
  5. Dinding sel tersusun atas zat kitin, glukan dan manan.
  6. Tubuh tersusun atas benang-benang halus (hifa) dan hifa yang bercabang-cabang (miselium)
  7. Perkembangbiakan secara tidak kawin melalui proses pembelahan dan secara kawin melalui peleburan inti sel dari dua sel induk.
  8. Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati.
  9. Hidup di tempat yang kaya akan zat organik, lembap, dan kurang cahaya.
Klasifikasi Jamur (Fungi)
Secara filogenik, jamur diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu:
a. Zygomycota
Tubuh Zygomycota tersusun atas hifa senositik yang tidak bersekat. Zygomycota memiliki tiga jenis hifa, yaitu Stolon (hifa yang menjalar di permukaan substrat), Rizoid (hifa yang menembus ke dalam substrat), dan Sporangiospor (hifa yang menjulang ke atas membentuk sporangium).
Ciri khas:
       -       Aseksual : dengan spora
       -       Seksual : dengan zigospora
Contoh:
  • Mucor mucedo, hidup secara saprofit pada roti atau kotoran hewan.
  • Rhizopus oryzae dan Rhizopus oligosporus untuk pembuatan tempe dan enzim yang dikeluarkan oleh jamur ini mampu memecah protein menjadi asam amino sehingga tempe mengandung zat gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kedelai.
  • Rhizopus nigricans dapat menghasilkan asam fumarat. 

b. Ascomycota
Tubuh tersusun atas miselium dengan hifa yang bersekat (bersepta). Pada umumnya, hidup di lingkungan berair, bersifat parasit pada tumbuhan dan saprofit pada sampah. Ascomycota memiliki spora yang terdapat pada kantung-kantung penyimpanan yang disebut askus (konidia).
Ciri khas :
Aseksual : dengan membentuk konidium, tunas dan fragmentasi
-     Seksual : dengan askospora.

Contoh :
    • Aspergillus oryzae, sebagai pelunak adonan roti.
    • Penicilium notatum dan Penicilli chrysogenum sebagai penghasil antibiotik penisilin.
    • Aspergillus wentii, yang dimanfaatkan dalam pembuatan kecap.
    • Candida albicans, penyebab penyakit kandidiasis, yaitu penyakit pada selaput lendir mulut vagi-na dan saluran pencernaan.
    • Neurospora sitophila, dalam pembuatan oncom sebagai therapy pada pencegahan  flatulasi (kembung perut)
    • Aspergillus niger, dalam pembuatan minuman anggur
c. Basidiomycota
Ciri umum jamur ini adalah hifanya bersekat dikariotik (setiap sel memiliki inti sel yang berpasangan). Bentuk tubuh makroskopis sehingga dapat dilihat langsung, bentuk tubuh buahnya (basidiokarp) yang menyerupai payung dan terdiri atas batang dan tudung.
Ciri khas :
Aseksual : dengan pembentukan konidium
- Seksual : dengan pembelahan basidiospora yang terbentuk pada basidium yang berbentuk ganda.
Sebagian besar jamur jenis ini dimanfaatkan sebagai makanan karena mengandung nilai gizi yang tinggi. Contoh:
  • Jamur merang (VoIvarieIIa volvaceae), hidup pada lingkungan dengan kelembapan tinggi dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
  • Jamur kuping (Auricularia polytricha), tubuh berwarna cokelat kehitaman, hidup sebagai saprofit pada kayu lapuk, dan umumnya digunakan sebagai campuran sup.
  • Jamur shitake (Lentinus edodes), hidup pada batang kayu dan banyak dibudidayakan di Jepang dan Cina sebagai bahan makanan.
  • Jamur api (Puccinia graminis), merupakan parasit pada rumput.
  • Ganoderma applanatum, penyebab kerusakan pada kayu.

d. Deuteromycota
Ciri umum jamur ini adalah hifanya bersekat
            -        Aseksual : dengan konidia
            -        Seksual : belum diketahui disebut sebagai fungi imperfecti (jamur tidak sempurna)
Contoh:
  • Tinea versicolor, penyebab penyakit panu pada kulit.
  • Microsporium, penyebab penyakit pada rambut dan kuku.
  • Epidermophyton floocossum, penyebab penyakit pada kaki atlet.
  • Trichophyton, penyebab kurap

0 komentar:

Posting Komentar