Pembahasan Tentang Wacana Sastra Puisi dan Cerpen

Senin, 22 April 2013

SK VII
Memahami wacana sastra puisi dan cerpen
KD 7.1 
      Membaca puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai
KD 7.2 
      Menjelaskan unsur-unsur instrinsik cerpe



PENGERTIAN PUISI
Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat


UNSUR – UNSUR INTRINSIK
1. Tema  : sesuatu yang menjiwai puisi atau   suatu pokok yang ingin disampaikan oleh penyair.
Contoh   :  
tema : realigi
       Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu        
  Biar susah sunggu
  Mengingat Kau penuh seluruh


2. Amanat  : pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca atau pendengar.
Contoh  :
   Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu 
   Biar susah sungguh
   Mengingat Kau penuh seluruh


Amanat : dalam kehidupan ini, kita harus mengingat Tuhan kita meskipun dalam keadaaan yang benarbenar susah sekalipun.


3. Diksi  : adalah pilihan kata yang diusahakan oleh penyair secermat dan seteliti mungkin untuk bisa sesuai dengan maksud/makna yang ingin dicapai oleh penulis. Pemilihan kata yang tepat juga bisa memberikan greget pada puisi.
Contoh :
  Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu 
   Biar susah sungguh
   Mengingat Kau penuh seluruh

  kalimatbiar susah sungguhini cukup pendek, tapi memberikan kesan bahwa kehidupan yang dijalaninya benarbenar sulit/susah.
   kata katapenuh seluruhjuga memberikan makna yang mendalam, benarbenar dari hati


4. Pencitraan  : pilihan kata yang dipilih oleh penulis puisi untuk dapat menggugah daya imaji pendengar/pembaca sehingga pembaca/pendengar dapat melihat, mendengar, merasakan secara fantasi.
Contoh :
Berdiri Aku
Berdiri aku di senja senyap
Camar melayang menepis buih
Melayah bakau mengurai puncak
Menjulang datang ubur berkembang
   Angin pulang menyejuk bumi
   Menepuk teluk mengepas emas
   Lari ke gunung memuncak sunyi
   Berayunayun di atas alas


5. Rima / bunyi : persamaan bunyi yang menyebabkan puisi tersebut indah ketika dibaca.
Contoh :
       Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Badan usiaku sudah tinggi
   Aku lalai di hari pagi
   Beta lengah di masa muda
   Kini hidup meracun hati
   Miskin ilmu miskin harta


6. Gaya bahasa : cara yang digunakan penyair untuk membangkitkan dan menciptakan imaji pembaca dengan menggunakan majas.
Jenisjenis majas :
   1.Perumpamaan/simile
   2.Metafora
   3.Personifikasi
   4.Alegori
   5.Pleonase
   6.Hiperbola
   7.Tautologi
   8.Perifrasis
   9.Litotes
   10.dst





PENGERTIAN CERPEN

Cerpen adalah singkatan dari cerita pendek. Cerpen merupakan salah satu ragamdari jenis prosa. Cerpen, sesuai dengan namanya adalah cerita yang relatif pendek yang selesai dibaca sekali duduk. Artinya, pada saat itu isi cerpen dapat kita pahami.Cerpen terdiri dari berbagai kisah, seperti kisah percintaan (roman), kasih sayang,jenaka, dll. Cerpen biasanya mengandung pesan/amanat yang sangat mudahdipahami, sehingga sangat cocok dibaca oleh kalangan apapun



UNSUR – UNSUR INTRINSIK
1. Tema  : inti atau ide dasar sebuah cerita/ yang menjadi sumber cerita.
2. Alur  : runtutan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita. Secara umum jalan cerita terbagi ke dalam bagianbagian berikut :
    a. pengenalan situasi (eksposisi)
    b. pengenalan masalah
    c. konflik
    d. klimaks
    e. antiklimaks
    f. penyelesaian/resolusi

Jenisjenis alur
         - alur maju
         - alur mundur (flashback)
         - alur campuran
3. Latar  : latar meliputi latar tempat, waktu, dan suasana. Latar tersebuat dapat bersifat faktual atau imajiner. Sebuah cerita harus jelas dimana berlangsungnya, kapan terjadi, dan suasana serta keadaan ketika cerita berlangsung.



5. Sudut pandang / point of view
    adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita.  Ada beberapa macam sudut pandang:
         1. Orang pertama pelaku utama
         2. Orang pertama sebagai pengamat
         3. Orang ketiga pengamat

6. Amanat
        Ajaran moral / pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Amanat bisa disampaikan secara implisit maupun eksplisit.
7. Gaya Bahasa
        Gaya bahasa berfungsi sebagai pemberi nada atau suasana persuasif serta merumuskan dialog yang mampu memperlihatkan hubungan antara sesama tokoh. Gaya bahasa antar penulis satu dengan yang lain bisa berbedabeda, tergantung tipe orang tersebut, gaya bahasa yang tertuang dapat menunjukkan minat sifat penulis tersebut.

1 komentar:

Poskan Komentar