Budaya Politik Partisipan

Kamis, 18 Oktober 2012
Huntington dan Nelson menemukan 5 bentuk kegiatan utama yang dipraktikan dalam partisipasi politik :




Kegiatan Pemilihan

Kegiatan pemilihan mencakup memberikan suara, sumbangan-sumbangan untuk kampanye, bekerja dalam suatu pemilihan, mencari dukungan bagi seorang calon, atau setiap tindakan yang bertujuan mempengaruhi hasil proses pemilihan.



Lobbying
Mencakup upaya –upaya perorangan atau kelompok untuk menghubungi penjabat-penjabat pemerintah dan pemimpin –pemimpin politik ,dengan maksud mempengaruhi keputusan-keputusan mereka mengenai persoalan-persoalan yang menyangkut sejumlah besar orang


Kegiatan Organisasi
Menyangkut partisipasi sebagai anggota atau penjabat dalam suatu organisasi yang tujuan utamanya adalah mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah.




Mencari Koneksi (Contacting)
Merupakan tindakan perorangan yang ditujukan terhadap penjabat-penjabat pemerintah dan pemimpin-pemimpin politik ,dan biasanya dengan maksud memperoleh manfaat bagi hanya satu atau segelintir orang 


Tindakan Kekerasan (Violence)
Sebagai upaya untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah dengan jalan menimbulkan kerugian fisik terhadap orang-orang atau harta benda. Kekerasan dapat ditujukan untuk mengubah pimpinan politik (kudeta, pembunuhan), mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah atau mengubah seluruh sistem politik (revolusi).




Milbrarth M.L. Goel mengidentifikasi tujuh bentuk partisipasi politik individual:





Budaya Politik yang Sesuai


Contoh budaya politik yang sesuai dengan semangat pembangunan politik bangsa adalah Oposisi Loyal dalam Pemerintahan.
Oposisi Loyal merupakan cara efektif untuk membangun check dan balance dalam dinamika perpolitikan terkait dengan upaya mengelola pemerintahan. 




Budaya Politik yang Bertentangan


Contoh budaya politik yang bertentangan dengan semangat pembangunan adalah KKN  yang meliputi kolusi,korupsi seta nepotisme.
Kolusi : Merupakan sikap dan perbuatan tidak jujur dengan membuat kesepakatan secara tersembunyi dalam melakukan kesepakatan perjanjian yang diwarnai dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu sebagai pelicin agar segala urusannya menjadi lancar
Korupsi : Penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi
Nepotisme : Memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya




0 komentar:

Poskan Komentar